PERAWAT

PERAWAT

rendah? benarkah??

sepertinya iya, setiap ada pasien ia selalu sibuk mengurus tak pandang lelah ataupun jam pulang yang penting pasiennya tetap bisa hidup. terkadang banyak dari kita yang berkata “oh, hanya perawat”, serendah itukah profesi yang kupilih? TIDAK sepertinya aku harus membuka mata semua orang bahwa perawat punya andil besar dalam kelangsungan hidup seseorang. dokter mengobati melalui penanganan medis tapi perawat mampu menjangkau hingga kondisi psikologis seseorang, tidak hanya berdiri dalam waktu 10 menit tapi ia akan stand by setiap saat, memenuhi semua keinginan pasien yang bisa ia lakukan, membantu makan, duduk, berjalan hingga pekerjaan yang menjijikkan bagi orang lain.

Pemilih?

tidak, kami tidak pemilih tapi kadang institusi tempat kami bekerja yang mengharuskan seperti itu (cerita seorang perawat senior di RS), terkadang ujung-ujungnya perawat yang disalahkan dalam kondisi ini. perawat itu pemilih masa cuma orang kaya yang dilayani(ujar seorang keluarga pasien) padahal sebenarnya perawat menerapkan konsep persamaan hak bagi kelanjutan hidup individu tapi institusi tertentu yang berdikari membutuhkan dana dari konsumen jadi ujung-ujungnya no money no service. huffth, sampai lelah kami menjelaskan semua ini pada pasien. bahkan waktu dinas aku sempat di caci maki keluarga pasien cuma gara-gara alat ganti perban yang sedang disterilkan padahal itu untuk kebaikan keluarganya. katanya kami mementingkan orang yang berduit? sekalipun gaji perawat rendah tidak akan mata duitan! pernah aku sempat berpikir tuk lari dari studi keperawatan ini tapi hatiku yakin aku mampu melalui ini. aku harus membuktikan pada semua orang bahwa profesi yang kupilih tidak serendah tatapan tajam mata mereka! perawat tidak pemilih, karena perawat punya sumpah perawat yang mementingkan kehidupan seseorang tanpa memandang statusnya ataupun materi yang dimilikinya.

kapan ya? negeriku ini benar-benar memberikan program kesehatan gratis pada rakyatnya agar semua orang bisa hidup dalam keadaan sehat dan tanpa beban, selain itu tenaga kesehatan terkhusus perawat tidak kena sumpah serapah tidak jelas itu lagi.

siapa yang kan jadi pelopor kebebasan dan kemerdekaan perawat di indonesia tuk bisa di sejajarkan dengan profesi lain?

kita tunggu ya orang itu………..

MERPATI TAK BERTUAN

MERPATI TAK BERTUAN

 

Gadis itu masih berjalan tanpa arah, ia tidak menatap kedepan  dan tak menoleh kebelakang ia takut semua kemungkinan kan menyakitinya. Apa yang akan ia tatap di masa depan akan terkoyak oleh memori masa lalunya, ia menunduk tenggelam dalam pikirannya sendiri.

‘’lo mo kemana?” ujar seorang gadis di sampingnya

Gadis itu tidak menjawab ia belum terbangun dari lamunannya, ia hanya menoleh sekilas menatap sosok disampingnya kemudian terlena kembali dalam khayalannya.

“eh,,lo kenapa sih?” ujar gadis itu lagi sambil menepuk pundak gadis itu

“ga’ kenapa – kenapa kok,,bentar ya” jawab gadis itu sambil berlalu meninggalkan sahabatnya.

Gadis itu bukannya tidak ingin jadi sahabat yang baik tapi ia tidak tau cara tuk berkata jujur pada semua orang, ia selalu di hantui banyak keinginan, ketakutan, luka, kekuatan,keangkuhan dan semuanya membuat gadis itu menjadi orang paling misterius dalam kehidupannya.

Ia lebih suka tersenyum dan menangis sendiri, ia tidak ingin orang lain ikut merasakan semua khayalannya dan menertawakan semua hal tentang kehidupan impiannya, kehidupan dalam dunia cartoonisnya. Ia terasa aneh bahkan sangat aneh, bayangkan saja ia ingin punya kehidupan seperti Barbie atau seperti kehidupan Cinderella, putri salju, putri tidur, dan cerita lainnya yang  selalu berawal duka tapi berakhir sempurna. Non sens, itu membuatnya tak beranjak dari tempat duduknya saat ini, the dreamer itulah dia itulah sang MERPATI TAK BERTUAN.

“ dah punya pacar? sapa gebetan lo skarang?”

Pertanyaan itu selalu mengusiknya, menganggu ketenangannya. Ia gadis normal sama seperti gadis lainnya, ingin punya orang yang selalu ada saat ia terluka dan bahagia tapi itu terlalu sulit ia selalu menuntut semua orang sesuai keinginannya yang membuatnya terpuruk dalam dunianya sendiri, dunia yang hanya di sesaki keluarga, sahabat,dan teman-temannya. Ia bahagia tapi ada sebuah ruang dalam hatinya yang masih kosong, membuatnya sangat terpuruk saat semua orang sibuk dan melupakannya. Ruang itu hampa hanya berisi sekelebat bayangan hitam yang membuatnya menjadi dingin menghadapi dunianya. Kebohongan demi kebohongan terus mengucur dari bibirnya hanya tuk menutupi statusnya, ia bahagia dengan kehidupan single happynya dan tak ingin seorangpun mengacak-acaknya sesuka hatinya, ia egois ia tak ingin terluka ia hanya ingin melukai, ia mencoba mati rasa tapi ujung-ujungnya ia terluka parah kadang meringis tapi takkan ada air mata yang menetes.

Ia begitu sulit tuk mencintai orang lain, ia begitu cuek dengan orang – orang disekitarnya tapi jangan buat ia penasaran karena itu bisa membuatnya jatuh cinta tuk sesaat dan akan kembali mengosongkan sisi hatinya yang penuh tanda Tanya. Dia sendiri kadang tidak mampu memahami apa yang ia cari dari teka-teki dunianya, terkadang ia puas tlah menebak satu suku kata mendatar atau sedih saat menebak satu suku kata menurun.

Satu hal yang paling rumit untuknya adalah jujur pada orang – orang di sekitarnya, mengatakan hal yang membuatnya seakan jadi orang paling tolol di dunia adalah berkata jujur tentang perasaannya. Ia terlalu suka berteka-teki dan membuat semua orang bingung dengan keadaannya, apa yang menurut orang lain baik terasa begitu buruk untuknya dan apa yang menurut orang lain salah akan terasa benar menurut kata hatinya, ia begitu ragu dengan keadaaanya dan satu hal dia sangat tidak bisa dihadapkan pada pilihan terlebih memilih antara cinta dan familynya, ia lebih memilih terluka daripada harus melukai keluarganya.

Dia tidak pernah terlihat rapuh saat bersama keluarganya karena ia yakin merekalah orang – orang yang membuatnya mampu bertahan hingga saat ini tapi semakin memasuki usia tahap akhir remaja ia menyadari bahwa ia hanya memiliki setengah hati.

“lo suka nulis?”

“nggak”

“kenapa?”

“ga’ bakat…..”

Dan percakapan itu akan berhenti sampai disini karena ia tak pernah mau menjelaskan alasan sebenarnya mengapa ia begitu cuek dengan dunia yang telah membuatnya mampu bertahan dalam kesepiannya.

Saat ini sang merpati tak bertuan sedang dalam kekalutannya sendiri, bingung dalam dunianya. Ia jatuh cinta pada seseorang yang begitu misterius baginya, orang yang belum pernah ia kenal sebelumnya, orang yang tiba-tiba ada dalam hidupnya,orang yang membuatnya penasaran dan orang yang sanggup melambungkan mimpinya tentang dunia miliknya tapi ia terlalu takut menatap dunianya tanpa bayangan masa lalunya. Ia selalu memikirkan semua hal yang bisa saja menghancurkan mimpi indahnya, ia terlalu cepat berpikir tentang masa lalu yang belum pasti akan mengoyak masa depannya. Tapi ia selalu mengelak bahwa itu akan menghancurkan mimpinya dan jika ia tidak waspada maka ia pun akan ikut hancur.

“apa yang bisa dibanggakan dari anak yang lahir dari background sepertiku, semua orang selalu memandang remeh dan menganggap aku terlalu rapuh tuk hidup bersama orang lain dengan wajar” tutur gadis itu pada sahabatnya

“, tapi lo itu kelewat parno” ujar sahabatnya

“tapi , gue mau ngebuktiin kalo gue tuh juga punya hak dipandang sama” kilahnya

“iya gue tau, tapi bukan dengan cara mandang orang lain dengan beda kan? Lo terlalu egois jika selalu menghancurkan perasaan tuk keangkuhanmu” balas sahabatnya

“apa? Gue egois? Ngga’…itu kata hati gue bukan kata pikiran gue” cecar gadis itu

“wow….kata hati tuk sesaat iya tapi selanjutnya lo selalu rapuh, lo ga’ berani mencoba keluar dari sangkar emas lo, lo Cuma berani ngintip dari jendela itupun dibalik tirai….please deh, jangan kayak gini lagi lo tuh mesti belajar tuk bersikap wajar berikan kesempatan tuk orang – orang yang pengen kenal lo lebih jauh, bukan mematahkan hati mereka dengan bersikap kayak batu yang ujung-ujungnya lo rapuhkan???” ujar sahabatnya panjang lebar

“iya gue rapuh,,,saat gue mulai sayang seseorang pasti dia udah jauh….” Kata gadis itu pelan

Perdebatan dua sahabat itu berakhir dengan kekalahan opini gadis itu, ia menunduk tak berani menatap sahabatnya. Ia merasa serba salah terhadap hati dan jiwanya

Gadis itu merenung sejenak sebelum menarik tasnya dari meja didepannya, sahabatnya berpikir jika ia kan mengatakan perasaannya pada orang itu tapi ujung-ujungnya gadis itu tetap disana, dalam kotak kacanya,,cara berpikirnya yang melenceng dari cara berpikir orang-orang pada umumnya, dan sikapnya yang plin-plan membuat semua orang tak bisa berharap banyak padanya.

Waktu menghentak lebih cepat dari lalu lalang kendaraan di kota Makassar….tapi gadis itu masih dalam kotak keangkuhannya tak ada keinginan tuk beranjak mungkin atau hanya hendak membandingkan dunianya dengan dunia diluar dirinya. Ada hal yang berbeda ia agak dewasa dari sebelumnya ia mampu sedikit bergeser dari sifat buruknya tapi tetap saja ia menatap semua masalah dari sudut pandangnya sendiri. Entah sampai kapan ia tetap seperti itu tapi ia sangat bahagia, ia masih mampu tersenyum dan tertawa riang dalam dunianya membiarkan sudut hati itu tetap kosong karena ia ingin orang yang ada disana adalah orang yang benar-benar mampu mengerti dirinya dengan segala ketidaksempurnaannya.

PANTAI LOSARI

PANTAI LOSARI

semilir angin masih selembut nyanyian lagu anging mammiri, sama saat aku pertama kali kesini, tepatnya 9 tahun yang lalu saat aku masih dalam genggaman erat tangan bunda tapi saat ini pantai losari tidak dalam wajahnya yang dulu, telah banyak perubahan disana disini, wajah pantai losari telah dipoles dalam rona warna masa depan sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi selatan, tapi menurutku banyak hal yang salah disini, air laut yang dulu biru kini telah hijau kecoklatan di penuhi sampah sampah plastic dan mungkin saja telah dilumuri oleh limbah cair yang mengalir deras ke pantai dari puluhan bangunan megah yang berdiri kokoh di pinggiran jalan mengahadap  pantai. Disana sini terdapat tempat sampah tapi tetap saja orang-orang membuang sampah tidak pada tempatnya.kenapa ya?

Dulu tempat duduk favoritku tepat berada di bawah sebuah pohon kelapa yang daunnya tumbuh dengan rindang tapi sekarang pohon itu sudah tidak ada lagi bahkan tempat duduk di sepanjang pantai sebagian besar ditutupi oleh pagar seng yang menjulang cukup tinggi.  Entah apalagi yang kan di bangun disini untuk menarik perhatian masyarakat.

Dulu setiap sore banyak orang yang melepas lelah dan penat sehabis bekerja seharian, atau orang-orang yang sengaja datang untuk me_refresh pikirannya sambil dihibur oleh sekelompok orang yang menarikan tarian adat mulai dari tari padduppa, pakarena hingga pemain raga’ yang usianya telah memasuki usia senja dengan imbalan seikhlas hati orang-orang yang menonton, tapi saat ini yang kutemui hanya pemuda-pemudi yang duduk berdua atau berkelompok di sekitar pantai tanpa penari-penari adat itu lagi. Entah dimana mereka? Mungkin mereka sudah tidak cukup kuat untuk menari atau mungkin sebagian dari mereka telah pulang kepada penciptaNYA.

Aku lupa satu hal, dulu aku paling rajin diajak bunda kesini karena disepanjang pantai disesaki penjual pisang epe’ yang menjajakan dagangannya tapi saat ini para penjual pisang epe’ itu seakan tersisih oleh zaman, padahal sang penguasa tidak menyadari bahwa pedagang pisang epe’ itu menjadi daya tarik tersendiri untuk anak-anak seusiaku dulu bahkan terkadang aku sering makan dengan orang dewasa dan orang asing yang kata-katanya tak mampu kupahami dan jawabanku pasti hanya senyum sambil mengaduk-aduk gula cair yang di siramkan di atas pisang epe’ dalam piringku, terkadang mereka pun ikut tersenyum dengan tingkahku atau hanya sekedar mengelus kepalaku.

Akh, Sang penguasa banyak berpikir dari segi tata kota saja tanpa belajar berpikir menata kepuasan hati, dan mata tuk keindahan yang lebih menawan. Kabar yang kudengar para pedagang-pedagang disekitar pantai losari diminta pindah berjualan karena menganggu kelancaran lalulintas padahal bukan pedagang yang tambah banyak melainkan kota ini yang semakin sesaki kendaraan.

Hal baru di tempat ini adalah tatanan pantai losari yang dilengkapi huruf-huruf balok terbuat dari besi yang bertuliskan PANTAI LOSARI, menawan memang sekaligus menjawab pertanyaan tololku dulu. Karena setiap ke tempat ini aku selalu bertanya apa nama pantai ini kenapa tidak ada papan nama seperti hotel-hotel di sisi jalan pantai ini, padahal tanpa papan nama itupun semua orang sudah tau kalau tempat ini adalah PANTAI LOSARI, yang menjadi kebanggaan masyarakat kota MAKASSAR. Oh ya, sekarang sudah ada tempat memancing yang sengaja didesain khusus, banyak orang yang memancing disini mungkin sekedar untuk menyalurkan hobi atau untuk melepas penat seharian bekerja tapi entah ikan apa yang mereka pancing dalam pekatnya warna air laut yang telah tercemar.

Tapi hal yang tidak berubah yaitu semilir angin dari kota ANGING MAMMIRI yang  masih menggoyang-goyangkan jilbabku meskipun udara itu tidak sesegar dulu lagi…………..dan bias rona jingga dari matahari senja yang sangat manawan mata…

Entah perubahan apalagi yang kan terjadi, entah seperti apa wajah kota kebanggaan masyarakat Sulawesi selatan di hari esok…..who knows???

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!